Cerita Penipu Ulung
Posted on Saturday, January 26, 2013
Waaahhh lagi happening banget deh ceritanya si Pepi (baca ceritanya disini)... Untungnya saya termasuk blogger newbie dan belum pernah transaksi apapun sama dia.
Ngebacain satu-satu cerita dari pada blogger yang menjadi korban mengingatkan saya sama cerita penipuan di kantor mama saya.
This post is not about Pepi, but about Rachel.
Kejadiaannya dimulai sekitar awal tahun 2012.
Kantor si mama me-recruit karyawan baru untuk diposisikan sebagai sekertaris bos, namanya Rachel (Yes, nama sebenarnya). Si Rachel ini ngakunya orang Toraja, early twenties, agama Kristen, dan pernah ambil kuliah pendek di Ballarat, Australia (deket Melbourne). Anaknya rame, supel, dan gampang deket ke semua orang. Dia juga sering ikut kebaktian setiap Jumat jam makan siang (sepertinya untuk memberi kesan anak Tuhan).
Dia bilang kalo papanya diplomat di luar negeri dan dia di Jakarta tinggal sendiri di apartemen. Dia ke kantor dianter sama supir dan sering banget ganti-ganti mobil yang katanya adalah usaha sampingan yang dimodalin papanya, yaitu persewaan mobil. Dari cerita ini semua orang dikantor nyokap melihat Rachel sebagai anak orang kaya yang barusan lulus jadi masih mencari pengalaman kerja (saat itu gajinya dibawah 2 juta).
Setelah kira-kira 4 bulan kerja disana, suatu hari dia pake tas LV baru yang dia bilang hasil dari untung main saham. Sejak saat itu, dia sering banget ganti-ganti tas dan dompet dari merek-merek high class. Gak main-main, tas nya bermerek Prada, LV, dan sebangsanya. Temen nyokap ada yang ngerti barang mahal dan temen nyokap bilang kalo tasnya asli. Si Rachel bilang dia diajarin main saham sama papanya dan kondisi saham lagi bagus, so dia menang besar.
Dari situlah orang-orang mulai pada "nitip main". Mulainya satu orang nitip 3 juta.. Terus si Rachel bilang kalo sekarang udah untung beberapa ratus ribu.. mau ditarik apa ngga? tapi pas nanya itu dia bilang kalo sayang ditarik sekarang karena lagi bagus. Ya orang-orang lihat dia bisa ganti-ganti tas designer percaya ajalah ya sama yang dia bilang.
Terus mulai deh temen-temen yang lain pada ikutan.. Dari yang 1 jutaan sampe 10 jutaan.
Pinternya Rachel, kalo ada yang udah untung dan pengen narik, dia kasih. Dan namanya manusia, biasanya gak akan narik semua kalo saham lagi untung. Palingan tarik sebagian kecil untuk kebutuhan. Disitu semua orang jadi tambah percaya kalo untungnya bisa diambil (padahal mah dia cuma muterin uang orang-orang lain yang masuk).
Semakin banyak lah yang "nitip main" ke dia.
(Disaat itu Rachel naiknya Alphard dongggg. Katanya papanya beli modal mobil lagi untuk disewain.)
Si bos pemilik perusahaan pun ikutan maen.. gak kira-kira, tanam modalnya sampe ratusan juta dan kemudian M-M-an!
Si Rachel yang licik ini masihhh aja gak puas yaa.. si Bos tanem (misalnya) 1 M.. dia bilang udah untung 100 juta.. si bos mau tarik 100 jutanya, dia kasih! Gituuu terus sampe si Bos yakin kalo dia udah tarik banyak untung. Akhirnya si bos tarohlah 2 M!
Dan of course, exactly 1 day after... Rachel menghilang...
Pas di tanya kenapa gak masuk kantor, dia bilang dia harus pulang kampung ke Toraja karena mamanya mendadak sakit. Si bos curiga dong... kok bisa pas sehari setelah dia transfer uang ke rekening Rachel... Dan setelah hari itu, Rachel udah gak bisa di telepon...
Mungkin ada yang bertanya ya, kok uang segede itu di transfernya ke rekening Rachel, bukan langsung ke rekening saham atas nama sendiri? Ini katanyaaaaa, soalnya mainnya di saham Singapore.. jadi rada susah joinnya. Butuh ke Singapore segala untuk buka rekening dan tanda tangan... Well, saya gak tau sih bener ngga begitu, tapi mereka percaya.
Setelah Rachel menghilang, langsung si Bos lapor polisi dong... Guess what... Polisi minta uang jalan!
W-T-H-?!
Saya rasa pas polisi tau kalo uang yang dirampok itu jumlahnya milyaran, langsung matanya keluar dolarnya... Cih...
Gak perlu disebut lah berapa uang yang si Bos keluarkan untuk mencari Rachel (Jaman sekarang harus berhati-hati dengan tulisan di dunia maya). Intinya setelah keluar duit lagiiii, Rachel berhasil di tangkep di Korea!
Pas ditangkep dia bilang uangnya sudah tidak ada karena sudah dibelikan tanah di Makasar. Mobil yang sering dia pake gonta-ganti ke kantor adalah mobil sewaan, dan dia hanya ada 1 mobil Avanza. Rumahnya penuh sama barang elektronik semacem Ipad, Laptop, macem-macem handphone, dll. Entah sisa uangnya kemana...
Karena gak ada cash, polisi akhirnya menyita semua harta benda yang ada di rumah mamanya di Makasar.
Beberapa orang curiga kalau mamanya ikutan ngebantuin Rachel, soalnya waktu pertama kali diselidiki, mamanya bilang gak tau Rachel dimana (keliatan nutupin). Dan mamanya gak keliatan kaget waktu akhirnya dibilangin kalo anaknya adalah penipu yang berhasil bawa kabur uang milyaran rupiah.
Akhirnya tanah dan mobil di jual. Dan setelah di potong pajak "perantara", uang hasil menjual barang tersebut dikembalikan ke karyawan yang telah dirugikan. Si bos tentunya gak balik 100% karena ia yang bayar uang "perantara" penangkap Rachel.
Banyak banget kerugian yang diakibatkan Rachel.
Si Bos ini sudah tua. Umurnya sudah 70an. Dia sempet shok dan sakit sampe masuk rumah sakit waktu tau uangnya dibawa kabur.
Korban lainnya malah berantem sama istrinya. Sampe istrinya sakit-sakitan dan masuk rumah sakit juga.
Sampe satpam pun ditipu. Satpam itu kehilangan 1 juta (1 juta buat satpam kan gede banget ya).
So, berhati-hatilah bertransaksi sama orang yang tidak pernah kita lihat wujudnya (kasus Pepi), dan tidak kita kenal dekat. Sebelum bertransaksi uang jutaan rupiah, lebih baik tau tempat tinggal dia, kenalan dengan lingkup keluarganya.
Terus apa kabar Rachel sekarang?
Mari kita doakan dia sedang tobat, dan tidak berbuat dosa lagi, terutama karena dia TIDAK DIPENJARA.
Kok bisaaaaaaaaa?
Iya, jadi di pengadilan, penuntut disuruh memilih antara Rachel di penjara + bayar denda ke pengadilan, atau cara damai dengan cara tuntutan Rachel semua dilepas dan semua barang bukti menjadi hak milik penuntut.
Lah kalo Rachel di penjara berarti korban-korban ini gak dapet apa-apa dong???
Makanya si Bos mengambil keputusan agar uang kembali saja dan biarkan si Rachel tobat sendiri.
Juga, semua sudah males ngurusin urusan di pengadilan..
Yah begitulah hukum di Indonesia... *speechless*
FACT:
- Barang bukti yang disita yang berbentuk Ipad, Laptop, dll katanya HILANG. Entah "dicuri" siapa....
- Ternyata, dia gak pernah tuh kuliah di Australia (ya iya laahh, dari awal saya juga udah curiga kenapa di Ballarat? Ballarat kan kota kecillll).
- Papanya juga bukan diplomat, papanya sudah meninggal.
Aahh mau jadi apa dunia ini kalau banyak anak muda cerdik tapi malah nipu!!!
















