8

Q&A dengan dokter kandungan

Posted on Friday, July 13, 2012

Jangan kaget ya baca judul ini. Nooo, saya belum hamil kok hahaha.

Q&A dengan dokter kandungan ini adalah lanjutan cerita yang kemarin pada saat KPP dengan topik seksualitas dan KB.

Perlu di NOTE biar tidak ada kesalah pahaman:
Q (Question) ditanyakan oleh para peserta KPP (para bride and groom to be yang penasaran);
A (Answer) dijawab oleh 2 dokter ahli kandungan (salah satunya praktek di RS. Siloam) - saya sama sekali tidak menambahkan loh yaa =P

Karena yang nanya acak, saya juga tulisnya ngacak. Ada yang tanya tentang kehamilan, lalu loncat ke seks, lalu ke penyakit, campur aduk lah pokoknya... Yuuk mariii...

1. Q: Boleh gak berhubungan seks pada saat menstruasi?
A: Tergantung dari pribadi masing-masing. Kalau dari ilmu kedokteran tidak disarankan, karena darah itu adalah tempat hidup paling nyaman untuk bakteri. Lagipula pelumas alami dari wanita bercampur dengan darah, takutnya malah akan menyebabkan luka.

2. Q: Katanya wanita dengan mata minus tinggi gak boleh melahirkan normal, betul gak dok?
A: Kalo minus saja, terutama yang dibawah -10, itu gak efek sama melahirkan normal. Yang efek adalah apabila baru operasi katarak, tapi kayaknya untuk umur-umur sekalian gak ada yang kena katarak yaaa. (terus dokternya menjelaskan beda penyakit mata minus dan katarak, tentang retina sama apaaa gitu

3. Q: Masalah perbedaan rhesus darah gimana dok? misalnya bapak O+, ibu O-, katanya anaknya bisa cacat lahir?
A: Biasanya itu terjadi kalo sama kawin sama bule ya. Biasanya asia itu rhesus negatif, bule rhesus positif. Kalo beda gitu gak akan menyebabkan cacat, biasanya bayinya pas lahirnya kuning kalo rhesus bayi dan si ibu berbeda.

4. Q: Boleh tidak mengkonsumsi obat antibiotik saat hamil?
A: Konsultasikan dengan dokternya. Ada yang boleh dan ada yang tidak boleh. Biasanya jenis ..... (lupa bo nama jenis obatnya) boleh..

5. Q: Posisi seks apa si dok yang bikin perempuan mencapai O?
A: (gubrakkkkkkkk kata si dokter dalem ati hahaha) Tergantung orangnya. Wanita harus di warm up, "diputer-puter dulu radionya", perasaan hatinya harus enak, dan tidak melulu pada saat penetrasi. Biasa posisi-posisi itu dilakukan kalo bosan. (suer ini jawaban dokter yaaa bukan sayaa).

6. Q: Sepupu saya ada yang mengalami masalah kehamilan karena kromosom, apakah itu bisa dicegah dan/atau diobati?
A: Biasa kromosom itu terjadi kalau perkawinan sedarah, makanya gereja menganjurkan tidak boleh kawin dengan keluarga dekat, terutama yang masih satu turunan. Kromosom ini bisa membuat cacat / idiot, dan bila sudah terdeteksi dari dalam kandungan, tidak dapat diobati. Nah kalau sudah tau bayi yang dikandung cacat, apakah akan digugurkan? Gereja melarang keras hal ini, semua yang diberi oleh Tuhan adalah anugerah. Susah memang menerimanya yaa kalau begitu. Tapi saya tetap anti dengan yang namanya aborsi.

7. Q: Mitos makanan bisa membuat bayi laki-laki / perempuan bener gak sih dok?
A: Memang ada mitos seperti itu ya, katanya kalau mau anak laki-laki harus banyak makan daging.. tapi saya rasa sih tidak benar. Dari beberapa research juga mengatakan itu tidak terbukti. Yang menentukan bayi laki-laki atau perempuan adalah saat pertemuan sperma dan sel telur apakah di masa subur saja atau masa ovulasi. Gen laki-laki geraknya cepat tetapi hanya bertahan hidup 3 hari, jadi kemungkinan akan jadi laki-laki jika hubungan dilakukan pada saat wanita sedang berovulasi. Kalo gen perempuan geraknya lambat tapi dapat bertahan hidup lebih lama. Jadi kalo mau punya anak cewe, hubungan dilakukan pada saat masa subur sebelum masa ovulasi.

8. Q: Sekarang lagi ngetrend suntik anti serviks, emang beneran perlu dok?
A: Iya memang suntik anti serviks dilakukan kepada yang belum nikah. Kalo setelah nikah juga gak pa-pa, cuma lebih baik ke wanita yang belum pernah berhubungan.

Sebenernya banyak sih diskusi bawaan dari pertanyaan-pertanyaan diatas. Kalo biasanya sesi tanya jawab paling anteng dan pada geleng-geleng, giliran topik ini pesertanya pada antusias sekali. Waktu 1.5 jam buat tanya jawab gak kerasa, bahkan kurang.. ada yang masih melanjutkan diskusi setelah keluar kelas. Itung-itung konsultasi dokter specialist gratis kali yahh ha ha..

Ini juga alasan kenapa KPP saya cukup seru ^___^


Discussion

  1. Hihihihihi.... seru yah. Waktu saya kursus pernikahan gak ada sesi tanya jawab, sih, jadi garing kerontang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa.. yang ngajar saya gokil2 orangnya.. jd kocak hehe

      Delete
  2. nambah2 pengetahuan nih jadinya hahahaha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa... gpp2, udah gede wajib tau =P

      Delete
  3. Bukannya Asia malah rhesus (+), kalo kaukasia baru rhesus (-)?
    Haha seru ya ngomongin ginian, tapi gue malah pas harus absen pas sesi ini. Learning by doing aja deh *oops*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm iya ya? Ya pokoknya yg kebalikan gitu deh.. gw aja gak tau gw rhesus apa =P
      Learning by doing apa tuh maksudnya? *nerd face*

      Delete
  4. iya mel, setau gw ya(kalo ga salah inget pelajaran biologi pas sma hihi) asia itu rhesus + dan bule itu - . but nevermind lah, we got ur point hihihi.

    emang tuh yaa kalo sesi tentang seks dan yang seputar itu pasti seru. tapi cukup berani juga ya tanyanya dlm sesi diskusi, sampe ada yg nanya soal orgasme segala (mengingat itu lingkungan gereja yang kalo -di gereja gw- soal itu agak dihindari ahahah)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya si dokter menawarkan menjawab pertanyaan dari anonymous. Jadi yang malu tanya langsung boleh tuliskan pertanyaannya di kertas dan nanti di jawab ke public, makanya pertanyaan aneh2 begitu berani ditanyain. Lagian kata dokter (di gereja loh), sex itu penting untuk membina keharmonisan keluarga (bahasa tingkat tinggi nih).. kan sex itu diajarkan juga di Alkitab he he he..

      Delete